Beranda / Profil Desa / Sejarah Desa
Sejarah Desa

Sejarah Desa Manggung berdasarkan buku rupa Bumi Desa Manggung menyebutkan Desa Manggung berasal dari pepunden yang bernama Eyang Ronggo. Eyang Ronggo memiliki kegemaran memelihara burung perkutut yang memiliki suara sangat bagus.Suara burung perkutut dalam bahasa jawa disebut juga dengan Manggung. Lambat laun desa tempat Eyang Ronggo disebut desa Manggung.

Pada masa awal pemerintahan desa Manggung, Kepala Desa dijabat oleh Sastro Sudarmo yang memiliki 7 wilayah adat. Lurah Sastro Sudarmi dibantu oleh aparat kelurahan yang saat ini di sebut bayan  atau kepala dukuh. Saat pemerintahan Sastro Sudarmo dibantu tiga orang bayan yang bertugas sebagai tangan panjang kepala kelurahan dengan wilayah sesuai yang ditetapkan oleh kepala desa.

Pada awal tahun 1930an, desa Manggung mengalami perluasan wilayah dikarenakan di sela dukuh yang ada terdapat perkebunan jati yang dikelola oleh pemerintahan kolonial Belanda yang selanjutnya diambil alih oleh pemerintahan penjajah Jepang.

Perkebunan-perkebunan yang semula dimiliki oleh pemerintahan kolonial Belanda dan pemerintahan Jepang setelah kemerdekaan diambil alih oleh penduduk Desa Manggung dan warga tetangga hingga bertambahlah penduduk di desa Manggung. Saat ini dukuh di Desa Manggung dibagi menjadi tiga kebayanan atau dusun dan dibagi menjadi 7 RW dan 38 RT.

Nama Demang/ Lurah/Kepala Desa Sebelum dan Sesudah Berdirinya Desa Manggung

NO

PERIODE

NAMA KEPALA DESA

KETERANGAN

1

Tahun 1945 - 1954

Sastro Sudarmo

-

2

Tahun 1955 - 1975

Priyo Sumarto

-

3

Tahun 1975 - 1980

Pj Toeloes

-

4

Tahun 1980 – 1988

Toeloes

-

5

Tahun 1989 – 1997

Mardi

-

6

Tahun 1998 – 2006

Sri Suwarni

-

7

Tahun 2007 – 2012

Sri Suwarni

-

8

Tahun 2013 – sekarang

Marsono, S.Ag

-