Beranda / Potensi Desa / Si Juara Dari Manggung
Si Juara Dari Manggung
Kamis 11 Mei 2017

Hobi terkadang tidak mengenal ruang dan waktu. Biaya yang dikeluarkan untuk memuaskan hobi terkadang tak sedikit namun dengan hobi pula berbagai prestasi didapat. Salah satu hobi yang berkaitan dengan hewan namun tak lekang oleh waktu adalah burung. Pecinta burung seakan tak pernah mati.

Pecinta burung yang melewati ke desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini menjadi daftar kunjungan Anda. Tempat tersebut menjadi penangkaran burung murai dan love bird yang kerap juara dalam berbagai perlombaan burung. Setidaknya terdapat lima penangkaran burung di Desa Manggung namun  terbesar di TKTD Bird Farm Solo.

Tempat penangkaran tersebut ada berkat sosok Prasetyo. Dia telah memiliki lima belas ekor murai dan lima pasang burung love bird yang dibudidayakan di rumahnya sendiri. Kedua burung ini berbulu warna-warni dan banyak dicari oleh para pecinta burung. Suaranya yang merdu membuat burung kerap menjadi juara dalam lomba kicau burung yang diadakan oleh berbagai tempat.

Budidaya burung milik Pras, begitu akrab dipanggil bermula dari hobinya ketika duduk di bangku kelas tiga SMA yang gemar menonton perlombaan burung. Hobi tersebut membuatnya memiliki inisiatif untuk beternak burung. Hobi tersebut kini berubah menjadi usaha yang menguntungkan. Pras mampu mengantongi omzet hingga lima juta rupiah per bulan dari usaha tersebut. Pelanggannya berasal dari berbagai daerah, seperti karesidenan Solo,Yogyakarta, bahkan Surabaya. Pelanggan tersebut biasanya melelang burung milik Prasetyo di tempat-tempat perlombaan. Burungnya bahkan pernah ditawardengan harga 25 juta untuk dapat memiliki burung yang memenangkan lomba

Pras kini memiliki memiliki lima belas ekor murai dan lima pasang burung love bird. Dua pasang burung love bird milik Pras telah menyabet gelar juara II dalam Angkasa Pura Cup 6 pada dan juara II Piala DPRD Karanganyar hanya pada tahun 2017 ini saja.

Tidak semua burung murai ternak memiliki bakat suara yang indah. Ada yang mendapat bakat turunan dari induknya, ada pula yang tidak menurun pada peranakannya. Kualitas suara burung dapat berkurang kualitasnya sehingga tidak dapat dilombakan untuk kedua kali.

Kesulitan lain dalam perawatan burung ternak adalah burung murai dan love bird harus mandi dua kali dalam sehari, dengan cara disemprot. Untuk pakannya, Pras memberikan pakan milet putih untuk love bird, sedangkan jangkrik dan kroto (telur semut) untuk murai, agar tetap terjaga kualitasnya. Satu perawatan saja terlewat akan mengakibatkan penurunan kualitas dan stamina burung. Prasjuga memberi sekat khusus pada induk murai, karena burung murai akan sangat berisik jika melihat lawan jenisnya.

Pras berharap agar pemerintah desa memberikan dukungan dan modal bagi para pecinta burung di Desa Manggung yang hendak memulai usaha seperti dirinya. Pras membayangkan kelak Desa Manggung menjadi desa wisata bagi pecinta pecinta burung. Jika Anda ingin berburu murai maupun lovebird, Anda dapat menghubungi Prasetyo di nomor 085 647 310 430

Potensi Desa LAINNYA
Koperasi Asa Pemotong Kayu
Kamis 11 Mei 2017
Pengusaha Berjiwa Motivator
Kamis 11 Mei 2017