Beranda / Potensi Desa / Produk Lokal Kualitas Internasional
Produk Lokal Kualitas Internasional
Kamis 11 Mei 2017

Manggung - Desa Manggung dapat dikenal sebagai pusat berbagai jenis usaha perkayuan. Puluhan pengusaha kayu mulai dari jual beli kayu gelondongan pembuatan mebel berada di Desa Manggung.

Salah satu pengusaha mebel di Desa Manggung adalah Suripto. Mebel buatan Suripto telah mampu mencapai hingga ke seluruh Indonesia, bahkan merambah dunia internasional. Produk yang dipasarkan diantaranya adalah kusen, desain interior, dan ornamen kaligrafi untuk masjid. 

Pada tahun 1995-2004, lelaki sawo matang ini sempat melayani ekspor mebel di beberapa Negara dengan bekerjasama dengan perusahaan untuk mengekspor barang ke luar negeri. Barang yang diekspor adalah perabotan rumah yang masih dalam bentuk setengah jadi, atau belum difinishing. Untuk produk ekspor, bahan yang biasanya digunakan adalah kayu jati, mahoni, kayu lokal.

Kegiatan ekspor tersebut hanya bertahan hingga tahun 2004. Suripto memutuskan kerja sama dengan perusahan pengekspor dikarenakan harga jual yang tidak sebanding dengan harga bahan. “Harga sama bahan baku tidak seimbang, jadi harga bahan baku naik tetapi harga jual tetap.” Ungkap

Suripto berangan produknya dapat dijual keseluruh Indonesia bahkan dunia. Dalam hal kualitas, Suripto berusaha menjaga benar. Salah satunya adalah dengan mengatur tingkat kekeringan bahan. Pengeringan kayu dilakukan menggunakan mesin oven dengan alat pengukur berupa moisture meter. Pemilihan bahan kayu pun menjadi kriteria utama penentu kulitas. Dalam satu kali proses pengeringan, mesin oven milik mampu menampung 10 kubik kayu. Perlu waktu setidaknya 3 bulan untuk memproduksi seluruh kayu tersebut.

Bahan yang menjadi andalan Suripto adalah kayu jati yang didapatkan dari Perhutani. Pria berusia 43 tahun ini mengatakan bahwa kayu jati perhutani memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kayu jati pada umumnya. Kayu jati Perhutani memiliki warna putih dalam batang kayu yang lebih sedikit. Kayu yang dikelola oleh pemerintah ini juga terkenal tahan terhadap serangan hama.

Produk unggulan dari usaha Suripto ini adalah galeri replika pintu Masjid Nabawi. Suripto juga melayani pemesanan kubah masjid dan replika pintu Masjid Nabawi berbahan tembaga. Pembuatan motif nya pun sudah menggunakan alat modern seperti grafis.

Omzet perbulan mencapa 25 juta rupiah, dengan keuntungan sekitar 10 juta rupiah. Terdapat enam orang pekerja di usaha rumahan Suripto ini. Selama ini Suripto hanya memproduksi dan menjual sendiri produk mebelnya. Tidak menutup kemungkinan, ayah dari tiga anak ini akan meminta bantuan dari pengusaha sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan pesanan.

Potensi Desa LAINNYA
Si Juara Dari Manggung
Kamis 11 Mei 2017
Pengusaha Berjiwa Motivator
Kamis 11 Mei 2017
Koperasi Asa Pemotong Kayu
Kamis 11 Mei 2017