Beranda / Potensi Desa / Koperasi Asa Pemotong Kayu
Koperasi Asa Pemotong Kayu
Kamis 11 Mei 2017

Manggung - Koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia saat ini mulai kehilangan arah. Koperasi yang semula bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya kini berganti menyejahterakan beberapa orang saja. Di Desa Manggung, sekelompok warga yang peduli akan nasib buruh penggergaji kayu dan pengrajin yang jumlahnya puluhan hadir sebagai “penyelamat” kondisi perekonomian warga serta mengembalikan tujuan awal koperasi.

Berangkat dari kebingungan warga mencari tempat pemotongan kayu, sekelompok warga desa Manggung memutuskan untuk mendirikan koperasi yang memiliki usaha sebagai penyedia jasa pemotongan kayu. Koperasi ini beranggotakan 21 orang ini diberi nama  Manunggal Jati. Koperasi ini memberikan pelayanan pemotongan kayu setiap hari. “Dahulu pengrajin menggergajikan kayu ke luar kota sekarang berkumpul dan mendirikan koperasi.”

Awalnya, koperasi Manunggal Jati merupakan koperasi yang beranggotakan pengrajin kayu saja. Sejak tahun 2005, pihak koperasi menerima bantuan pemerintah untuk membeli mesin gergaji yang digunakan hingga saat ini.

Keberadaan jasa gergaji kayu ini dapat memangkas operasional pengolahan kayu. Peran koperasi ini tidak hanya mempermudah pengrajin kayu untuk mencara jasa pemotong kayu, namun juga mampu menjadi tumpuan warga lain yang berprofesi sebagai pekerja. Saat ini terdapat enam pekerja yang mencari rejeki di Koperasi Manunggal Jati.

Sunardi, salah satu anggota koperasi, menuturkan bahwa usaha pemotongan kayu tersebut tidak selalu untung. Setiap bulan Januari-Februari, Koperasi kerap mengalami kerugian karena tidak ada kayu yang dipotong, di sisi lain koperasi juga akan mengalami keuntungan besar pada musim kemarau. Pada bulan-bulan inilah, stok kayu akan melimpah ruah sehingga banyak pengrajin yang menggergajikan kayu-kayu mereka. Masa panen pelanggan ini berlangsung mulai dari bulan april hingga bulan November. 

Koperasi mengenakan jasa menggergaji sebesar Rp. 120.000 per kubik, khusus anggota koperasi, jasa yang dikenakan sedikit lebih murah, yakni Rp. 110.000. Saat musim panen kayu tiba, satu pengrajin besar dapat menggergajikan antara 14 hingga 18 kubik kayu. Koperasi Manunggal Jati mampu menggergadi 8 kubik kayu dalam satu hari. Penyedia jasa pemotong kayu ini hanya buka pada hari dari Senin hingga Sabtu, dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore.

Omzet yang didapat koperasi dalam satu bulan mencapai 4 juta rupiah dengan keuntungan bersihnya antara 1 juta hingga 2 juta rupiah. Keuntungan tersebut dikumpulkan dan diakumulasi dalam waktu 1 tahun untuk diberikan Sisa Hasil Usaha kepada anggota koperasi.

Potensi Desa LAINNYA
Si Juara Dari Manggung
Kamis 11 Mei 2017
Pengusaha Berjiwa Motivator
Kamis 11 Mei 2017